Ringkasan Artikel

Ringkasan Artikel “Peluang dan Tantangan Industri Komponen Otomotif Indonesia”

Artikel yang ditulis oleh Triwulandari S. Dewayana, Dedy Sugiarto, dan Dorina Hetharia  ini bertujuan mencari peluang dan tantangan yang berdampak pada komponen otomotif Indonesia. Mereka memakai data sekunder yang berasal dari studi dokumentasi dengan mengkaji industi komponen otomotif dari laporan penelitian terdahulu serta metode analisis yang digunakan dalah analisis deskriptif.

Berdasarkan sumber data Kementrian Perindustrian 2012, meningkatnya penjualan kendaraan roda empat dalam negeri dari tahun 2009 sampai 2011 menunjukkan kebutuhan yang tinggi masyarakat Indonesia terhadap kendaran roda empat. Maka permintaan terhadap komponen OEM maupun REM akan meningkat, khususnya komponen yang termasuk kategori fast moving component dan consumable component. OEM (original equipment market) adalah komponen asli dari pemegang merk suatu kendaraan, sedankan REM (replacement equipment market) adalah komponen buatan sebagai pengganti komponen asli dari pemegang merk.

Di Indonesia pabrikan skala kecil dan menengah memasuki pasar dengan memperluas penjualan purna jual (aftermarket) atau pasar komponen suku cadang non-orisinil yang sudah popular di dalam negeri dan menguntungkan (SENADA 2007). Umumnya barang dari kedua pasar tersebut dominan bermutu rendah dan murah, pasar ini sebagai altetnatif bagi konsumen yang tidak ingin atau tidak mampu membeli suku cadang asli dengan merek terkenal karena harganya mahal (SENADA 2007).

Peluang besar yang dimiliki Indonesia untuk mengembangkan industri komponen otomotif yang sangat potensial untuk memenuhi permintaan pasar replacement market (pasar penggantian) adalah komponen yang termasuk kategori fast moving yaitu komponen-komponen yang usia pakainya melebihi tiga tahun. Dengan peluang ini pabrikan skala kecil dan menengah dapat bertumbuh.

Dapat diketahui untuk mengembangkan industri komponen memiliki tantangan yang perlu dihadapi yaitu dengan meningkatkan kualitas bahan baku dari dalam negeri untuk mengurangi impor maka akan meningkatkan kemampuan pabrikan untuk memproduksi komponen sesuai jumlah skala ekonomis produksi dengan tetap mempertahankan kualitas produk. Sedangkan menurut Media Data (2010) masih terlihat bahwa tingginya komponen impor yang tentunya masih diperoleh masing-masing negara pemilik atau negara prinsipalnya. 

Kesimpulannya adalah konsumsi masyarakat Indonesia terhadap kendaran roda empat semakin meningkat, yang mana berdampak pada permintaan komponen OEM dan REM. Masyarakat Indonesia lebih banyak membeli komponen REM yang termasuk dalam kategori fast moving, komponen ini diperoleh dari pabrikan skala kecil dan menengah dalam negeri yang cenderung rendah mutunya serta harganya yang murah. Tantangannya adalah meningkatkan kualitas bahan baku komponen dalam negeri sehingga mengurangi impor bahan baku komponen agar pabrikan skala menengah dan kecil dapat berkembang dengan tetap mempertimbangkan kualitas komponen yang diproduksi.

Sumber artikel penelitian: https://media.neliti.com/media/publications/175802-ID-peluang-dan-tantangan-industri-komponen.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Ilmu Administrasi Bisnis Karya Irham Fahmi

Opini Tentang Najwa Shihab

Observasi Industri Otomotif di Indonesia